Selasa, 22 Juni 2010

Catatan Seorang Pria
(di ambil dari buku ENGKAU LEBIH CANTIK DENGAN JILBAB karangan Burhan Sodik )

Tahukah kamu, mengapa saya suka wanita yang berjilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan, bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai dari keluar pintu rumah hingga hingga kembali masuk rumah lagi, dan kamu tahu??? Di kampus tempat saya seharian disana, kearah manapun saya memandang selalu membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang biosa membuat saya tenang yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan, ada perempuan berlenggokdengan seutas Tank top. Menoleh ke kiri, pemandangan pinggulterbuka. Menghindar ke kana nada sajian celana ketat plus You Can See. Balik ke belakang di hadang oleh Dada menantang. Astaghfirulloh, kemana lagi mata ini harus memandang????????
Kalau berbicara tentang nafsu jelas saya suka. Hal seperti diatas, itu mah kurang merangsang. Tapi saying, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya senang. Saya ingin melihat wanita, bukan sebagai subjek pemuas mata, taoi sebagai sosok yang anggun mempesona, dan kalau di pandang, bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran Ngeres dan hatipun menjadi keras.
Andai saja wanita mengerti apa yang dipikirkan seorang laki2 ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali, bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan asset berharga yang mereka punya.
Istilah SEKSI – kalau boleh saya definisikan – berdasarkan kata dasarnya adalah “ penuh daya tarik seks” kalau ada wanita yang dikatakan seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai, semestinya anda malu. Karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda sebagi objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi , lebih, dan lebih lagi. Dan anda tahu, kesimpulan apa yang ada dalam benak sang lelaki? Kesimpulannya yaitu anda bisa diajak untuk begini dan begitu, alias GAMPANGAN.
Mau tidak mau sengaja atau tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri, yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata2 yang nyleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan, siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawab “lelaki”, bukan? Betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tak ada yang jual. Simple saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, pasti semua orang akan berebut menerima. Nah, apa bedanya dengan anda menampilan seksi pada khalayak ramai? Saya yakin siapa yang melihat pasti ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi, saya harus menahan penyiksaan ini. Bukan hanya hari ini saja, tapi seperti itulah rata2 setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata saya ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkannya? Sungguh, suatu dilemma yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Alloh Ta’ala telah berfirman, “katakanlah kepada laki2 yang berIMAN, hendaklah mereka menahan pandangannaya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci dari mereka. Sesungguhnya Alloh maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “ hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya “ ( Qs. AnNur 30-31)

1 komentar: